Pentingnya Pengenalan Gender Ke anak

Pentingnya Pengenalan Gender Ke anak

Pendidikan anak usia dini adalah salah satu penentu pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti kita ketahui, anak usia dini mengalami perkembangan yang luar biasa, baik fisik maupun otak. Sebagai orang tua, kita harus dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Meski begitu, orang tua tidak bisa menjejalkan semua pendidikan ke anak. Pendidikan anak usia dini harus dilakukan secara bertahap sesuai usia. Salah satu hal penting yang harus Anda ajarkan kepada anak Anda adalah tentang konsep gender. Kita tentu tahu bahwa gender berbeda dari gender. Jika gender merujuk pada hal-hal yang bersifat biologis, gender bahkan lebih luas. Gender dibentuk oleh lingkungan, adat dan budaya. Gender lebih merujuk pada perbedaan antara pria dan wanita sehubungan dengan perilaku, sifat, dan tanggung jawab.

Baca Juga : Edukasi Seks Menjelang Usia Remaja

Apakah Penting Mengenalkan Gender pada Anak Usia Dini?

Pengakuan jender adalah langkah pertama untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak-anak. Kenapa harus diberikan sejak dini? Salah satu alasannya adalah karena usia ini anak mengalami masa keemasan. Lebih dari itu, anak usia dini juga memiliki minat pada perbedaan tentang anak laki-laki dan perempuan. Pengakuan perbedaan gender harus dilakukan dengan tepat. Mengapa? Karena pendidikan gender akan disimpan dalam memori jangka panjang anak Anda. Ini nantinya akan memengaruhi pembentukan perilaku dan kepribadian ketika anak-anak sudah dewasa.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memperkenalkan Konsep Gender?

Pada dasarnya, anak-anak dapat dikenalkan dengan gender sejak usia 15 bulan. Pada saat ini, anak mulai memasuki fase anal. Fase anak adalah fase di mana anak mulai mengerti tentang fungsi alat kelamin. Pada fase ini, anak-anak mulai mempelajari perbedaan antara pria dan wanita. Secara tidak langsung, sebenarnya orang tua juga sudah mulai menerapkan prinsip gender pada anak. Misalnya, soal pemilihan model dan warna pakaian, mainan, dan aksesori untuk anak-anak. Yang perlu dipelajari orang tua adalah tentang tahapan dan cara untuk membuat anak mengerti tentang konsep gender. Melalui pengenalan konsep gender, orang tua dapat memberikan instruksi tentang area pribadi anak. Apa yang orang lain bisa lihat atau sentuh dan apa yang tidak. Lebih dari itu, pengenalan gender juga berfungsi untuk mengajarkan identitas dan tugas anak-anak.

Tahapan Mengetahui Gender pada Anak Usia Dini

Pada usia 12 bulan, anak-anak sudah terbiasa dengan berbagai wajah ayah dan ibu mereka. Kemudian, pada usia 2 tahun, anak-anak sudah dapat membedakan mainan, misalnya boneka untuk anak perempuan dan mobil mainan untuk anak laki-laki. Pada usia 3 tahun, anak-anak mulai penasaran secara fisik. Anak-anak sering menyentuh alat kelamin mereka sendiri. Ketika ini terjadi, orang tua tidak perlu memarahinya, karena ini adalah satu fase perkembangan anak. Berikan penjelasan yang tepat tentang mengapa mereka tidak harus melakukan itu. Pada usia 4 tahun, anak-anak sudah mulai memahami konsep sederhana gender. Ini terbukti ketika anak-anak bermain. Anak laki-laki cenderung enggan bermain dengan boneka. Sebaliknya, anak perempuan sangat senang bermain dengan boneka. Pada anak usia dini, pengenalan jender terbatas pada perbedaan sifat dan perilaku antara pria dan wanita. Ketika anak-anak tumbuh dewasa, pendidikan tentang gender terus menjadi perbedaan dalam peran antara pria dan wanita.