Mozilla Menentang Pelanggaran Data Pribadi Pengguna Internet

Mozilla Menentang Pelanggaran Data Pribadi Pengguna Internet

Secara sadar maupun tidak, pengguna internet membagikan informasi data pribadi yang berpotensi untuk disalahgunakan. Menyikapi hal, Mozilla membangun Firefox Personal Data Promise.

Internet kini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan setiap orang. Banyak di antara mereka yang menggunakan internet untuk mencari tahu sesuatu, belanja, berinteraksi dengan sesama, dan melakukan beragam hal lainnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh We Are Social & Hootsuite, rata-rata waktu yang dihabiskan satu pengguna internet di Indonesia dengan menggunakan berbagai perangkat setiap harinya adalah sekitar 7 jam dan 59 menit.

Selama menjalankan aktivitas di internet, sadar maupun tidak, pengguna membagikan informasi pribadi termasuk profil, informasi akun keuangan, dan lain sebagainya. Sayangnya, ada beberapa kekurangan mengenai bagaimana informasi pribadi yang digunakan, dan hal ini tidak disadari oleh sebagain besar pengguna internet.

Dalam keterangan resmi yang diterima  (2/4/2020), kasus penyalahgunaan data pribadi di Indonesia bukan hal baru. Pada 2018, sebuah perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending tertangkap menyalahgunakan data pribadi dan memanfaatkannya untuk menagih debitur dengan cara yang intimidatif.

Pelanggaran privasi data lainnya yang harus disadari adalah Surveillance Economy, yang merupakan sistem di mana beberapa perusahaan teknologi yang tidak bertanggung jawab menjual informasi pengguna ke pihak ketiga untuk keuntungan pribadi.

Menyikapi hal tersebut, Mozilla yang merupakan pelopor Open Web menentang segala bentuk pelanggaran data pribadi termasuk Surveillance Economy. Untuk itu, Mozilla membangun Firefox Personal Data Promise.

Firefox Personal Data Promise berisi prinsip yang dipegang oleh organisasi dan usaha yang dilakukan untuk menjaga privasi pengguna pada setiap produk yang mereka ciptakan meliputi;

Menggunakan Data Seperlunya

Mozilla hanya membutuhkan data yang nantinya digunakan untuk kebutuhan pengguna sendiri. Mozilla memiliki beberapa pertimbangan dalam menggunakan data penggunanya.

Menjaga Keamanan Data

Mozilla berusaha menggolongkan data sesuai kategori dan memiliki peraturan tegas dalam menyimpan serta menjaga data tersebut secara berkelanjutan. Mozilla mengutamakan privasi pengguna.

Selalu Terbuka

Pemberitahuan Privasi Mozilla terbuka bagi pengguna. Siapapun dapat bergabung dalam rapat mingguan Mozilla. Jika pengguna ingin melihat titik data yang dikumpulkan, Mozilla memastikan kode-kodenya terbuka untuk diakses.

Mozilla menghimbau pengguna untuk lebih sadar dalam membagikan informasi pribadi di internet, serta menggunakan sarana yang tepat untuk menghindari bahaya tersebut. Dengan membangun kesadaran bersama, dapat menciptakan internet yang lebih kondusif dengan kontrol penuh pada privasi.