Menengok Perjalanan Sejarah Smartwatch

Menengok Perjalanan Sejarah Smartwatch

Bila membahas perkembangan teknologi di Indonesia, ada satu gadget yang belum banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Gadget itu adalah smartwatch. 

Perkembangan alat untuk mengetahui waktu yang bisa dibawa oleh kemana-mana (portable) atau bersifat sederhana, sebenarnya bisa ditarik benang merahnya di sekitar tahun 1700-an. Kala itu banyak warga di Amerika Serikat dan Eropa menggunakan jam kantung atau pocket watch. Hingga pada abad 19, dengan semakin majunya inovasi, jam tangan pun diciptakan untuk menggantikan pocket watch. Jam tangan saat itu dimanfaatkan sebagai benda fashion sekaligus alat untuk menentukan waktu. 

Masuk ke tahun 1970-an, perusahaan Hamilton serta Timex dan Casio pun saling berlomba dalam menciptakan inovasi jam tangan berteknologi tinggi. Hamilton meluncurkan jam digital LED-nya, Kemudian disusul oleh Timex serta Casio yang merilis jam tangan kalkulator pertama di dunia. Perusahaan Seiko pun ikut dalam perlombaan tersebut dengan membuat jam yang berfungsi layaknya televisi kecil pada tahun 1982. 

Melihat perjalanan jam tangan di atas, banyak perusahaan yang ingin produk jam tangannya tidak hanya berfungsi sebagai ‘jam tangan’ belaka. Dari sinilah, perlombaan menuju inovasi smartwatch dimulai. 

Era Smartwatch

Purwarupa yang hampir menyerupai smartwatch yang saat ini banyak digunakan sebenarnya adalah WatchPad. Jam tangan ini merupakan hasil kerjasama antara perusahaan teknologi IBM dengan perusahaan jam Citizen Watch Co pada tahun 2000-2001. Jam digital ini menggunakan layar QVGA dengan resolusi 320x240 dan sistem pengoperasian Linux 2.4.

Sebagaimana dilansir dari cnet.com (10/1/2019), jam tangan ini memiliki perangkat lunak yang berfungsi sebaga kalender dan memiliki koneksi Bluetooth. WatchPad ini memiliki RAM 8 MB dan flash memory sebesar 16 MB. Ketika diluncurkan, jam tangan ini dipasarkan untuk para mahasiswa dan pengusaha di Amerika Serikat dengan harga ritelnya USD399.

Tidak lama setelah IBM, Seiko Epson dan Fossil pun ikut dalam meluncurkan jam tangan yang memiliki konsep smartwatch. Namun, penggunaan nama ‘smart’ dalam produknya baru digunakan oleh Microsoft ketika meluncurkan SPOT pada 2004. Sebagaimana dilansir dari gigaom.com (10/1/2/2019), SPOT merupakan singkatan dari Smart Personal Object Technology yang pada dasarnya menjadikan berbagai peralatan yang digunakan sehari-hari menjadi alat multifungsi.

Salah satu produk yang diperlihatkan Microsoft dan telah menerapkan teknologi ini adalah jam weker. Dengan teknologi itu, alat yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan warga Amerika Serikat tersebut bisa mengirimkan informasi mengenai cuaca, berita, harga saham, sampai skor pertandingan olahraga.

Berbagai Informasi yang diterima oleh alat dengan teknologi SPOT dikirimkan melalui gelombang FM yang dipancarkan oleh pihak Microsoft. Pemilik SPOT perlu membayar biaya langganan tahunan sekira USD39-USD59 agar selalu update dengan informasi terbaru. Microsoft juga merilis jam tangan dengan teknologi SPOT yang memiliki layar dengan resolusi 90x126. 

Melihat respon yang baik, teknologi SPOT pun digunakan oleh perusahaan jam lainnya. Dari mulai Tissot, Suunto, hingga Fossil menggunakan sistem tersebut pada produk jam tangan mereka.

Dengan berbagai inovasi dari perusahaan-perusahaan teknologi, SPOT pun tenggelam ditelan zaman. Jam tangan dengan konsep smartwatch pun silih berganti dari tahun ke tahun. Namun, klaim mengenai jam tangan yang fungsinya hampir menyerupai ponsel pintar adalah Omate TrueSmart yang didesain oleh perusahaan Omate pada 2013.

Klaim ini sebenarnya cukup dimengerti, karena smartwatch ini sudah memiliki prosesor ARM7 MediaTek MT6572 dan menggunakan sistem operasi Android 4.2.2. Jam tangan ini juga memiliki kapasitas penyimpanan 4 GB dengan RAM 512 MB (untuk yang Extreme Edition kapasitas penyimpanannya 8 GB dengan RAM 1024 MB). 

Sayangnya gaung dari smartwatch ini terbilang tidak terdengar keras di Indonesia. Baru ketika Samsung (Galaxy Watch) pada 2013 dan Apple (Apple Watch) pada 2015 meluncurkan produk jam tangannya, hype smartwatch pun baru mulai terasa di Tanah Air.

Smartwatch sebagai Gadget Multifungsi

Bila  melihat sekilas saja, smartwatch hadir sebagai “pendamping” dari ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari. Namun gadget ini sebenarnya memiliki fungsi yang banyak dan bisa dimanfaatkan untuk kehidupan teknologi kalian. Sebagaimana dilansir dari lifewire.com (10/1/2019), berikut ini beberapa fungsinya:

  • Sebagai pengingat ketika ada notifikasi masuk ke ponsel pintar milik . Tidak hanya mengenai pesan yang masuk tapi juga kegiatan penting yang sebelumnya telah dicatat, seperti rapat atau ulang tahun orang-orang yang dikasihi. Menariknya, Apple Watch memiliki fungsi sensor jatuh. Jadi ketika  jatuh dan tidak bergerak, maka smartwatch ini dapat memberikan notifikasi kepada pihak yang berwajib untuk menolong kalian.
  • Smartwatch juga mempermudah  untuk menemukan ponsel kalian. Dengan koneksi GPS yang ada di dalam gadget ini, smartwatch dapat menentukan lokasi ponsel yang terhubung dengan alat tersebut. Hal ini sangat membantu ketika  kehilangan ponsel pintar.
  • Smartwatch juga dapat dimanfaatkan untuk pengaturan media. Dengan contoh ketika  tengah mendengarkan lagu dan ponsel pintarnya berada di tas, kalian tinggal mengaturnya menggunakan smartwatch.
  • Smartwatch juga memunculkan notifikasi panggilanan telepon ke ponsel pintar . Jadi walau kalian berada jauh dengan ponsel pintar,  bisa menjawab panggilan telefon tersebut menggunakan smartwatch.
  • Fungsi yang terakhir dari smartwatch adalah membantu  untuk tetap sehat. Mayoritas smartwatch dapat memonitor aktivitas jantung kalian dan pedometer untuk menghitung langkah kalian di hari itu.