Edukasi Seks Menjelang Usia Remaja

Edukasi Seks Menjelang Usia Remaja

Ketika anak-anak mulai remaja, minat mereka pada dunia seksualitas tidak lagi tentang perbedaan antara pria dan wanita. Mereka mulai tertarik dengan aktivitas seksual yang kerap dikaitkan sebagai simbol cinta. Kita, sebagai orang tua, kadang-kadang bingung tentang cara menjelaskan ini. Kebingungan akan semakin buruk jika Anda belum pernah memberikan pendidikan seks kepada mereka sama sekali. Inilah alasan mengapa pendidikan seks harus diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Namun, banyak orang tua masih meremehkan pendidikan seks untuk anak-anak, terutama anak-anak pra-remaja berusia 9-10 tahun. Bahkan, pada usia itu anak-anak pasti telah menerima pendidikan seks agar tidak jatuh ke pemahaman yang salah. Seperti disebutkan di atas, anak-anak pada usia ini tertarik pada hubungan dengan lawan jenis. Tanpa penyediaan pendidikan seks, anak-anak dapat mengeksplorasi minat mereka secara berlebihan sehingga mereka jatuh ke dalam hubungan intim yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Pada fase ini, anak-anak pasti telah diberi pelajaran tentang bagaimana menghadapi lawan jenis. Pendidikan seks yang disediakan juga dapat melibatkan sistem reproduksi antara pria dan wanita. Jangan biarkan anak mendapatkan informasi yang salah.

Apa yang perlu didiskusikan?

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dibahas terkait pendidikan seks pra-remaja. Pada usia ini, anak-anak sering merasa dicemari oleh perubahan fisik yang mereka alami. Selain menjelaskan perubahan fisik yang terjadi pada mereka, Anda juga harus menjelaskan yang berikut.

  1. Memahami pubertas dan perubahan fisik apa yang akan mereka alami.
  2. Pedoman untuk merawat diri sendiri selama masa pubertas.
  3. Arti mimpi basah, ejakulasi, ereksi, dan masturbasi.
  4. Jelaskan sistem reproduksi, hubungan seksual, dan aktivitas seksual, seperti pelukan dan ciuman.
  5. Cara menjalin hubungan dengan lawan jenis, misalnya berkencan. Jelaskan juga batasan-batasan yang harus dipatuhi anak-anak.

Bagaimana memulai pendidikan seks pra-remaja

Beberapa orang tua mungkin masih merasa canggung membicarakan masalah seks dengan anak-anak. Anda harus tahu bahwa kesehatan, pengembangan diri, dan pertumbuhan anak-anak di kelas anak-anak jauh lebih penting daripada sekadar merasa canggung. Anda dapat memulai pendidikan seks dengan cara-cara berikut.

  • Dengan Buku

Anda dapat memulai pendidikan seks dengan memberi mereka buku-buku tentang pendidikan seksual sesuai dengan usia mereka. Saat ini, ada banyak ensiklopedia mini yang menjelaskan tentang seks kepada anak-anak. Anda dapat memulai pendidikan seks pra-remaja dengan buku-buku ini. Menemani anak-anak saat membaca buku. Mintalah anak-anak bertanya apakah ada hal-hal yang tidak mereka pahami.

Baca Juga : Contoh Pergaulan Bebas Yang Harus dihindari

  • Diskusikan dengan nyaman

Ketika berbicara tentang seksualitas, bukan hanya Anda yang merasa canggung. Anak-anak mungkin merasakan hal yang sama. Untuk itu, buat diskusi berjalan dengan nyaman. Agar tidak terlalu canggung, Anda bisa mulai dengan pengantar, misalnya “Apa yang Anda pelajari di sekolah? Sudahkah Anda mencapai bahan reproduksi? "Selanjutnya, biarkan percakapan mengalir dan buat anak merasa nyaman dengan Anda.

  • Berikan Jawaban Langsung

Ketika anak-anak menanyakan sesuatu tentang seksualitas, berikan jawaban langsung. Memberikan jawaban yang berbelit-belit hanya akan mengarah pada salah tafsir. Bahkan anak-anak akan menganggap bahwa seks itu tabu dan tidak pantas untuk diskusi dengan orang tua.

  • Jangan melebih-lebihkan

Respons yang berlebihan juga dapat berdampak negatif. Menjelaskan sesuatu secara berlebihan dapat membuat anak enggan bertanya kepada Anda.

  • Berikan pendidikan seks secara teratur

Pendidikan seks tidak bisa diberikan dalam satu diskusi. Anak-anak tidak dapat mengingat banyak hal. Dalam satu diskusi, berikan satu topik khusus yang dapat diserap oleh anak-anak. Kemudian, diskusikan topik lain di lain waktu. Berikan pendidikan seks secara teratur dan sesuai umurnya.