6 Cara Menjalankan Bisnis Kuliner Dengan Warung Tenda

6 Cara Menjalankan Bisnis Kuliner Dengan Warung Tenda

Warung tenda ini memang identik dengan konsep bisnis makanan pinggir jalan UMKM. Meski hanya usaha kecil, warung tenda bisa membawa omzet besar jika dikelola dengan baik. Lihat saja bagaimana beberapa warung tenda usaha kuliner sudah populer di kota-kota besar. Dengan nama yang sudah dikenal banyak orang, bisnis kuliner warung tenda ini dapat dikunjungi setiap hari oleh ratusan pembeli. Dari sini, konsep bisnis kuliner sebuah Warung tenda dapat dihitung untuk dijalankan. Namun agar bisnis kuliner dari Warung tenda Anda berjalan untuk sukses, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan. Berikut setidaknya tujuh hal penting yang harus diperhatikan oleh para pelaku bisnis yang akan menjalankan bisnis kuliner dengan konsep Warung tenda.

Menjual menu yang disukai orang

Hal penting pertama yang harus Anda pertimbangkan ketika menjalankan bisnis kuliner dengan konsep warung tenda adalah menu penjualan. Jadi agar penjualan laris manis dikunjungi oleh pembeli, cobalah menjual menu kuliner yang baik dari makanan atau minuman yang disukai orang. Begitu beragamnya menu kuliner yang bisa Anda jual memang membuat Anda harus selektif dalam memilih menu yang tepat. Sekarang pilihan yang tepat dan berkualitas untuk konsep bisnis kuliner warung tenda adalah menu favorit masyarakat. Karena dengan menjual menu favorit orang, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pembeli dalam jumlah besar.

Pastikan Lokasi Bisnis yang Baik dan Nyaman

Selanjutnya, hal penting yang harus Anda pertimbangkan ketika membuka usaha kuliner dengan konsep tenda warung adalah lokasi bisnis. Tidak jarang memang beberapa warung tenda yang ada tidak peduli dengan lokasi asalnya yang strategis meski menempatkan usahanya di dekat tempat yang kotor. Tentu ini bukan sesuatu yang baik. Karena bisnis Anda berbasis kuliner, yaitu bisnis lidah dan perut konsumen. Karena itu dalam pemilihan lokasi, pastikan Anda memilih lokasi yang baik, nyaman dan juga strategis.

Tetapkan Harga yang Masuk Akal

Karena warung tenda ini adalah bisnis kelas menengah ke bawah, Anda harus memahami kategori bisnisnya. Jadi Anda harus memikirkan harga menu yang Anda sediakan. Jangan sampai harga yang hadir terlalu mahal. Karena jika harga jual kios tenda Anda mahal maka ini akan membuat pembeli berpikir berkali-kali untuk datang membeli warung Anda. Jadi sebelum menentukan harga, pastikan harga yang Anda berikan nanti adalah harga pasar yang tidak membebani masyarakat untuk membeli.

Hitung jumlah hidangan yang dimasak per hari

Bisnis kuliner adalah bisnis yang produknya paling cepat kadaluwarsa. Dari sini Anda harus berhati-hati ketika menghitung jumlah menu yang harus dimasak setiap hari. Karena jika Anda memasak lebih banyak menu dan tidak habis, maka ini dapat membuat Anda menderita kerugian karena menu tersebut harus dibuang. Karena itu, agar usaha kuliner warung tenda ini mencapai omzet yang menguntungkan, Anda harus bisa menghitung jumlah hidangan yang akan dimasak setiap hari.

Selalu Tingkatkan Kualitas

Sama seperti bisnis lainnya, bisnis kuliner tenda warung juga perlu memperhatikan kualitas menu. Kualitas pertama yang harus dipertimbangkan paling adalah rasa. Rasa selalu menjadi faktor utama dalam bisnis kuliner untuk terus tumbuh. Jika kualitas rasa yang disajikan tidak baik maka 50% lebih banyak faktor dalam keberhasilan usaha warung tenda tidak akan tercapai. Jadi jangan pernah main-main dengan selera dalam bisnis ini. Selain rasanya, kualitas yang bisa Anda tingkatkan dalam bisnis kuliner tenda warung adalah kenyamanan tempat, layanan dan sebagainya.

Hitung Untung dan Rugi Secara Akurat

Selanjutnya, hal penting yang harus Anda perhatikan dalam konsep bisnis kuliner warung tenda adalah perhitungan untung dan rugi. Dalam bisnis apa pun, termasuk bisnis kuliner dengan konsep warung tenda, laba selalu menjadi tujuan utama. Agar bisnis selalu tumbuh, kondisi keuangan bisnis harus selalu dipantau. Apakah bisnis itu mencari untung atau untung, Anda sebagai wirausahawan wajib mencatat dan menghitungnya. Pencatatan dan perhitungan ini dilakukan agar kondisi keuangan bisnis tetap sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangan dapat tercapai.